Di pasar kopi dunia, dua spesies menguasai perdagangan global: Coffea Arabica dan Coffea Canephora (Robusta). Meskipun sama-sama menghasilkan kafein, keduanya memiliki karakteristik yang sangat bertolak belakang, baik dari segi rasa maupun cara bertaninya.
Perbandingan Karakteristik Arabika dan Robusta
| Karakteristik | Arabika | Robusta |
| Ketinggian Ideal | 1.000 – 2.000 mdpl | 0 – 900 mdpl |
| Suhu Lingkungan | Lebih sejuk ($15^\circ\text{C} – 24^\circ\text{C}$) | Lebih hangat ($24^\circ\text{C} – 30^\circ\text{C}$) |
| Profil Rasa | Asam kompleks, manis, buah-buahan (fruity) | Pahit kuat, rasa cokelat, kacang-kacangan (nutty) |
| Kandungan Kafein | Rendah (sekitar 1,2% – 1,5%) | Tinggi (sekitar 2,2% – 2,7%) |
| Ketahanan Hama | Rentan terhadap karat daun (CLR) | Sangat kuat dan resisten terhadap hama |
Mengapa Petani Memilih Salah Satunya?
- Petani Arabika biasanya mengejar pasar specialty coffee. Perawatannya lebih rumit dan membutuhkan lahan dataran tinggi, namun harga jualnya cenderung lebih tinggi dan stabil di pasar premium.
- Petani Robusta memilih efisiensi dan kuantitas. Robusta lebih cepat berbuah, lebih tahan cuaca panas, dan sangat diminati oleh industri kopi instan serta industri komersial skala besar.